Tirta Waduk Cacaban, Warisan dari Soekarno

Waduk Cacaban merupakan warisan Presiden Soekarno

meski kelahiran waduk tersebut berawal dari gagasan pemerintah kolonial Belanda.

Pada 1952, Presiden Soekarno pernah mendatangi salah satu daerah di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Di sana dia membangun sebuah waduk yang diberi nama Waduk Cacaban. Ternyata, nama itu merupakan nama pemberian dari Bung Karno. Nah, bagaimanakah asal muasal nama Waduk Cacaban?

Pada awalnya, sebelum dibangun waduk, daerah itu merupakan sebuah sungai yang dalam. Saat itu namanya adalah “Kedung Pipisan”. “Kedung” artinya kali yang sangat dalam. Kalau “Pipisan” itu semacam tempat glituk (wadah meramu obat).


Setelah 6 tahun pengerjaan, Soekarno pun mengubah nama tempat tersebut, yang awalnya Kedung Pipisan menjadi Waduk Cacaban. Kata “Cacaban” ini juga memiliki arti sendiri. Asal katanya itu dari bahasa Jawa, yaitu ancaban. Artinya, yang menarik perhatian atau buat penasaran. Mungkin maksud Bung Karno memberikan nama Cacaban pada waduk tersebut agar waduk ini menjadi objek yang dikunjungi Nusantara.

Pembangunan waduk seluas 928,7 hektar yang mampu menampung 90 juta meter kubik air itu memakan waktu 6 tahun. Pengerjaannya selesai tepat pada 19 Mei 1958. Bung Karno pun hendak mendatangi peresmian Waduk Cacaban, tapi karena ada kegiatan mendesak lainnya, peresmian dilakukan oleh bawahannya, Mr Sartono.

Pada 1952, awal peletakan batu pertama di waduk tersebut, Bung Karno datang ke lokasi sembari menggenggam Tongkat Sapu Jagad, juga mengenakan pakaian khasnya, jas putih serta kopiah dan kacamata hitam. Dari cerita yang beredar, peletakan batu pertamanya menggunakan Cungkir Emas dan Konon Cungkir Emas tersebut masih terdapat di dalam air di waduk tersebut, namun informasi benar atau tidaknya masih simpang siur.

Pemandangan diwaduk cacaban masih sangat alami karena letak waduk cacaban jauh dari perkotaan. Uniknya lagi ditengah-tengah waduk juga terdapat pulau pulau kecil yang salah satunya bernama pulau gendu, untuk bisa melihat langsung pulau gendu kita menggunakan kapal-kapal yang tersedia dipinggir waduk

Tertarik untuk berkunjung ke Waduk ini? ^^ bisa cek di google maps berikut:

Lokasi: Desa Penujah, Kecamatan Kedung Banteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah
Jam Operasional: Setiap hari, 07.00 – 17.00
Tiket Masuk: Rp 5000

Tinggalkan Balasan